Skip to main content

PT. Bumi Serpong Damai, TBK ( BSDE ) Memiliki Nilai Intrinsik 2032


Sekilas mengenai PT Bumi Serpong Damai Tbk

PT Bumi Serpong Damai Tbk. (“BSDE”) merupakan pengembang BSD City, kota mandiri terbesar di Indonesia dan flagship project Sinar Mas Land seluas 5.950ha yang terdiri atas kawasan perumahan dan kawasan niaga terpadu. Pada awal tahun 2011, BSDE telah merampungkan proses akuisisi perusahaan terafiliasi yakni PT Duta Pertiwi Tbk., PT Sinar Mas Teladan dan PT Sinar Mas Wisesa. Akuisisi ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja BSDE terutama portofolio pendapatan dan diversifikasi usaha BSDE. Perkuatan portofolio Pendapatan kembali dilakukan pada tahun 2013 melalui aksi korporasi berupa pembentukan tiga Entitas Anak hasil joint venture dengan beberapa
mitra strategis baik itu internasional maupun nasional. Ketiga Entitas Anak tersebut antara lain: 1) PT Bumi Parama Wisesa (BSDE & Hongkong Land), 2) PT Praba Selaras Pratama (BSDE & AEON Mall Japan), 3) PT Indonesia International Expo (BSDE & Dyandra), 4) PT BSD Diamond Development (BSDE & Mitsubishi). Ke depannya, berbagai aksi korporasi telah dilakukan oleh
BSDE. Dana segar yang diperoleh akan memperkuat cadangan kas BSDE untuk mengembangkan dan meraih peluang-peluang bisnis yang potensial guna menjamin pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di masa mendatang. BSDE saat ini tercatat sebagai salah satu emiten properti
dengan terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp26,08 triliun per 11 September 2019.

Valuasi Saham BSDE
( PT. Bumi Serpong Damai Tbk )

Positif :
1. Market Capital 25 T ( Terbesar di Sektor Property )
2. Group SinarMas
3. Rasio Pasar =

- EPS Bertumbuh
- PER 6X < Industri / Sektor
- PBV 0,8X < Industri / Sektor
- PEG 8,8X
- EV / EBITDA 25X
- Tobin's Q 0,86X
- Nilai Intrinsik 2032
- Margin of Safety 68%

4. Cash Flow Operating 1,2 T
5. Rasio Profitabilitas =

- GPM 74%
- OPM 41%
- NPM 75%
- ROE 13%
- ROA 8%

6. Rasio Leverage =
-DER 63% < Industri / Sektor

7. Rasio Likuiditas =

- CR 385%
- QR 216%
- Cash Ratio 121%

8. Neraca Bertumbuh
9. Laba Rugi Bertumbuh
10. Program BuyBack 10%
11. Data Tahun 2018, Saham di Masyarakat, Mayoritas dipegang oleh Institusi Asing

Negatif :
1. Data 1 Tahun, Asing Melakukan Nett Sell - 433M
2. 2 Tahun Tidak Membagikan Deviden ( Rugi )
3. Ancaman Fluktuasi Rupiah ( Melemah )

Kesimpulan :
1. Performa Fundamental Q2 tahun 2019 = Sangat Baik
2. Performa Harga Saham =   Cukup Baik

Strategi Investasi :
1. Bagi yang Sudah Memiliki, Silahkan  Melakukan Averaging atau Hold
2. Bagi yang Belum Memiliki = Beli

Note : Tanpa Analisa Direksi dan SWOT

DISCLAIMER ON


































Comments

Popular posts from this blog

Adaro Layak Investasi

Fundamental saham ADRO

Positif =

1. Rasio pasar :  sangat baik
- Dividend yield 8%
- eps > eps industri maupun sektornya
- Per 4,3x < industri maupun sektornya
- Pbv 0,6x < industri maupun sektornya
- Tobin's Q 0,7x
- peg 6,6x
- ev 3,5x
- MoS 31%

2. Rasio profitabilitas : sangat baik
Dpr 48%
Gpm 32%
Opm 25%
Npm 17%
Roe 13%
Roa 8%

3. Rasio likuiditas :sangat baik
Cr 150%
Qr 138%
Cash ratio 86%

4. Ratio leverage : sangat baik
Der 0,6x < industri maupun sektornya

5. Balance sheet = bertumbuh

6. Income statement : bertumbuh

7. Operating cashflow usd 538Jt

8. Terbaik di industri nya dari segi laporan keuangan

9. Kepemilikan saham oleh direksi

10. Setelah thn 2020 akan ada 10-11gw pembangkit listrik tertenaga batubara yg akan beroperasi di indonesia

11. Bisnis model yg terintregasi

Negatif =

1. Pertumbuhan sektornya terendah dibandingkan sektor lainnya

2. Diduga menggelapkan pajak

3. Asing nett sell selama 1 th : - 1,14T

4. Trend harga barubara menurun

5. Kepemilikan asing bai…

Mampukah Erajaya memperbaiki kinerjanya ?

Fundamental saham ERAA ( PT. ERAJAYA SWASEMBADA, TBK )
NEGATIF =

1. hutang jangka pendek signifikan dibanding hutang jangka panjang

2. Biaya bunga naik signifikan

3. Data 1 thn, asing melakukan nett sell sebesar 303M

4. EPS turun signifikan

5. Rasio pasar =
- PER 55x ( Q2 2019 ), 27x  Annual 2019 kurang lebih sama dengan industrinya
- EV / EBITDA 29X Q2 2019
- PEG 15X Annual 2019
- dividend yield 2,6%
- Tobin's Q 1,1x
- Nilai Intrinsik 3496 ( 5thn ke depan )
- MoS - 27% ( overvalue )

6. Rasio Profitabilitas ( Q2  2019 )
- GPM 8%
- OPM 2%
- NPM 0,7%
- ROE 2%
- ROA 1%

7. Rasio Leverage
DER 1,3x

8. Rasio Likuiditas
- Current Ratio 141%
- Quick Ratio 66%
- Cash Ratio 6%

9. Pertumbuhan sektornya dibawah pertumbuhan IDX

10. Lebih baik saham TELE ( PT. TIPHONE MOBILE INDONESIA, TBK )

POSITIF =

1. Rasio Pasar
- PBV 1,2x Q2 2019 < Industri nya

2. Equity Bertumbuh

3. Cashflow Operational 1,78T

4. Saham nya Likuid

KESIMPULAN

1. Performa Fundamental = Cukup Baik

2. Performa Harga Saham = Cukup…